what is really happen 2 years ago - Apa yang sebenarnya terjadi 2 tahun yang lalu - Cuplikan Novel karya Admin arieshp.blogspot.com

www.arieshp.blogspot.com what is really happen 2 years ago

Gue gak tau apa karena hari ini memang lagi apes atau memang sikap gue yang salah, semua yang gue kerjain rasanya buruk banget.Mulai dari proposal seminar yang hancur tata penulisan, sampai nada bicara yang di bilang gak sopan. Semua hal tadi membawa gue ke dalam posisi sangat terpuruk yang membuat gue hampir tidak bisa bernapas untuk sesaat.
Beberapa jam kemudian gue sudah berada di rumah dan mulai meratapi kejadian tadi, rasanya otak dan hati sudah tidak bisa diajak berdamai karena lelahnya batin. Sejenak gue termenung dan ngerasain kalo gue pernah rasain hal seperti ini, ''rasa sakit'' gak asing, yang 2 tahun lalu juga gue rasain sampai mulut gue kaku."Rasa" yang bikin gue gak tau harus berbuat apa demi memeperbaiki semuanya.
#Rasa ya bukan Raisa.

***
2 tahun yang lalu tepat di depan auditorium kampus gue terpaku menatap wajah seseorang.Seseorang yang menurut gue adalah orang yang paling gue harapkan tetap disisi gue selamanya, tapi semua itu sia-sia.Sekarang hubungan kami sudah berada di ujung jurang yang dalam.Gue sudah berusaha sekuat mungkin untuk tetap bertahan, tapi sepertinya semua sia-sia. Gue pernah dengar quote cinta di film barat '' if you love someone, you should let it go to be happy with the other''.Setelah kata putus terucap, gue hampir gak mampu berdiri.Rasanya seperti ada bagian tubuh yang lepas dan kosong.

***

''jadi kita kemana ? '' tanya gue ke yuni, gebetan yang dari dulu udah gue dekatin.Dia bener-bener sosok yang selama ini gue cari.Sosok tegar yang mampu menguatkan gue dikala gue terpuruk. '' kemana aja boleh, terserah abang'' Yuni menjawab dengan senyumnya. Malam ini gue memutuskan untuk ngajak jalan Yuni setelah sekian lama kami saling sapa dan berbagi semuanya di twitter.Saling mentionan, saling private message ketika kangen, atau sekedar berbagi cerita tentang kegiatan kami dikampus.Walaupun baru sebatas gebetan, gue merasa kami sudah seperti 2 orang yang mempunyai ikatan yang spesial.
Rencananya kami akan makan malam diluar. Dan sejak awal gue sudah memilih tempat strategis yaitu spaghetti blepot. Selain karena tempat yang lumayan elit, cocok banget sama gue yang duit di kantong terseret-seret karena status mahasiswa yang gue emban.Dan Malam ini juga gue berencana buat nembak Yuni sekaligus ninggalin masa jomblo gue yang memasuki bulan ke 4.Banyak yang mendukung untuk hubungan gue dengan Yuni, mulai dari abang leting, adek leting, teman seangkatan, sampai dosen juga.Bahkan adek leting gue sampai bela-belain nyari tempat yang cocok buat kami makan nanti. Mereka memang baik banget. #KecupAdekTu

"Yuni pesan apa ni ? abang pesan spaghetti aja ya" gue ngomong sambil liatin menu di cafe tersebut.
"samain aja ya, biar Yuni yang tulis" dia ngeliat ke arah gue.
"boleh deh, abang minumnya jus wortel ya" gue balas ngeliat dengan wajah paling tampan segalaxi bima sakti,walaupun agak di paksakan.
"oke" Yuni kembali menulis pesanan kami.
gue manyun, dia masa gak ngerespon apa-apa, #Kampretooo

Setelah selesai memesan makanan, gue menatap dia lagi.Memang gak salah temen gue bilang kalau dia manis binggiiittt. Alis tebalnya, dengan mukanya yang imut, ditambah senyumnya.#TerlenaAbangDek.Kalau ini game bertema fighting, mungkin gue udah kena combo berkali-kali.Gue juga suka banget ketika dia bicara, hati gue nyaman banget rasanya. Malam itu kami cerita banyak hal, mulai dari teman yang gak asik sampai dosen yang gokil.
"oh iya, itu kenapa sama temennya sampai buat tweet serem gitu ?" gue mulai kepo, alasan supaya kita berdua gak kikuk, lagian ini pesanan spaghetti lama banget nyampenya, memang masak mienya di arab ?
"itu temen aneh banget, gak mau kerjasama dikitpun" Yuni mulai cerita panjang lebar, gue mulai mandangin dia lagi, untung gue gak khilaf.
sesekali gue bilang kalimat yang bersifat dewasa seperti "jangan gitu, itu kan gak baik" ya kan gak mungkin gue membenarkan sikap marah dia ke temannya.
Dan pesanan kami pun sampai.Walaupun ada yang mengatakan bahwa  "jika sedang jatuh cinta, dengan melihat pasangan lapar bisa hilang'', tapi itu tidak berlaku bagi mereka yang sedang mendekati gebetan, karena lapar tidak akan pernah hilang bila status masih tidak jelas. Mungkin karena memang bawaan lahir, gue bisa menghabiskan sepiring spaghetti dengan sigap dan tanggap.Padahal Yuni belum sempat menghabiskan setengah dari spaghettinya. Sebenarnya agak malu, tapi gue acuh aja. Kan belum tentu jadi pacar gue. Benar-benar prinsip yang keras sekali untuk seorang pemuda seperti gue.
Setelah makan, gue beralasan ke Yuni kita harus pulang cepat. Gue merasa gak enak aja bawa pulang anak gadis larut malam. Padahal alasan sebenarnya, gue udah gak tau mau bahas apa lagi. Ternyata jumpa langsung itu beda 360 derajat berbeda banget sama twitteran, gak bisa mikir lama atau nyari bahan di internet supaya kami tetap bisa saling klik.
Di dalam perjalanan pulang kami kembali tertawa ringan untuk melupakan atau paling tidak mengurangi dinginnya malam..Setelah gue rasa ini waktu yang tepat, gue langsung mendaratkan kalimat sakral  serupa tapi tak sama seperti " kamu mau gak jadi pacar aku ? "
*Subjek kamu diganti dengan "Yuni".
"Yuni mau gak jadi pacar abang ?" gue memulai kalimat tadi dengan mantap.
"hah ? " Yuni heran.
gue kembali bertanya "iya, Yuni mau gak jadi pacar abang ? "
kami berdua tertawa.
"kenapa mau jadiin Yuni pacarnya abang ?"
INGAT !!! ini adalah pertanyaan yang paling sering di tanyakan, baik itu di dalam FTV, drama korea, dan sinetron galau yang sering diputar pukul 20.00 wib di televisi nasional, jadi jawablah dengan bijaksana. Karena ini termasuk dari kriteria penerimaan dari fase gebetan ke pacar.
"iya, karena cuma Yuni yang cocok" jawaban yang gagah menurut gue.
Yuni lagi-lagi ngejawab "hah ?"
berarti jawaban gue kurang mantap, belum mencapai target kelulusan.Otak gue paksa  untuk bekerja lebih keras supaya bisa menjawab pertanyaan yang mempertaruhkan status gue selanjutnya.
"karena gak semudah itu untuk nemuin orang yang cocok, yang bisa komunikasi sedekat ini" gue sedikit aneh, kata ini bukan berasal dari otak gue tapi dari hati. Gue sempat kaget, tapi buru-buru gue sembunyiin.
"iya, Yuni mau jadi pacar abang" terdengar suara dari jok belakang.Gue berbalik buat yakinin kalo yang bilang tadi adalah gebetan gue, bukan tukang becak yang lagi kasmaran.Ternyata benar itu Yuni, dia senyum dan gue pun tertawa.
"Iya Yuni mau".
Malam itu rasanya gue bahagia banget, setelah sebelumnya gue sakit hati oleh mantan-mantan yang
cuma datang dan pergi begitu saja.
Mission complete !! rasanya pengen gue cium Yuni, tapi karena ingat ini baru beberapa menit setelah jadian, gue batalin niat itu.Takut nanti masuk on the spot untuk kategori 7 pacaran tersingkat.
Setelah sampai di depan rumahnya, gue nyuruh Yuni buat ngambilin helm yang sebelum pergi tadi dia simpan di rumah.Ketika dia ngambil helm, gue dengan sigap buka jok motor buat ngambil setangkai mawar.
Dia bingung sekaligus senyum karena gue ngasih sepucuk mawar.Dari raut wajahnya sih, bahagia banget dan mulai menyerahkan helm ke gue.Beberapa saat kemudian dia mulai mencium mawar tadi, untung sebelum pergi tadi mawar udah gue kasih parfum AXE hampir setengah botol,semoga aja wanginya awet padahal udah berjam-jam kami di luar.Tapi dari reaksinya gue merasa tu mawar masih wangi banget.
Setelah tertawa berdua, gue memutuskan untuk pamit.Malam yang indah ditambah kebahagiaan gue yang gak bisa di ungkapkan malam itu.Gue bersyukur banget bisa jumpa Yuni, mulai kenal di facebook, kemudian berlanjut ke twitter.Awal gue main twitter beneran gak bisa apa-apa, sampai harus minta di ajarin sama adek leting gue via Writelonger.com cuma supaya bisa bales mention Yuni.Hari-hari selanjutnya selama pacaran gue lalui dengan perasaan semangat ke kampus dan kebahagiaan yang di atas rata-rata untuk usia remaja pada umumnya.

***
Beberapa bulan kemudian, gue mulai ngeliat Yuni mentionan dengan cowok lain di Twitter.Secara Insting gue pastinya terusik dengan hal seperti itu.Walaupun mentionnya tidak berbau atau belum berbau ke arah selingkuh, gue tetap harus waspada.#SiagaSatuSodaraSodara.Sebenarnya gue udah beberapa kali coba bersabar buat dia, hampir 2 minggu gue bertahan ngeiat dia mentionan sama cowok lain.Gue juga mulai risih ketika para cowok di twitternya manggil pake "Sayang", Gue ngerasa sebaagai pacarnya mulai gak dianggap, gak berharga. Parahnya lagi dia ngerespon beberapa mentionan tadi walaupun tidak menggunakan kata "Sayang".
Galau !!! kata yang selalu ada di kepala saat itu. Pernah gue bilang ke Yuni dan dia cuma balas dengan "Cuma Teman". Pengen banget gue ngebalas kata "Cuma Temen" dengan " Temen Sebelum jadi Demen".
Sikap dia juga udah mulai berubah drastis, mulai tidak peduli dengan hubungan ini.Kami sudah jarang komunikasi, mau ngomongpun, rasanya gue udah malas. Selalu makan hati tiap ingat mentionan dia dengan "Teman"nya.Gue ngerasa waktunya dia lebih banyak untuk cowok yang baru saja hadir di twitternya itu dibanding gue yang dulu nemenin dia mentionan.Di awal pedekate bahkan tidak ada satu monyetpun yang mentionan sama dia. Sekarang gue berasa orang yang udah gak diperlukan lagi.
Pernah suatu malam gue coba smsan nanyain tentang kegiatan dia.Lama gue nunggu dia balas sms, mungkin sekitar 4 jam Waktu mulai nunjukin pukul 2 pagi, tapi percuma gue nunggu.Esok paginya gue nanya ke dia lagi via sms.

Semalam kemana ? kok smsnya gak di balas ?

Beberapa menit kemudian HP gue bunyi.pesan dari Yuni.

Udah tidur semalam

Gue bales pesannya dia,

Ya udah gak apa-apa, kan bisa balas pas pagi.

Yuni bales.

Udah basi, ngapain di balas.


Perih !! gue banting HP ke meja,sakit banget baca balesannya. Basi ? ini sms, bukan nasi gurih 7000 pake ikan sambal, masa bisa basi.Gue gak ngebalas sms dari Yuni. Cukup sudah gue merendah. Capek !! Lelah hati gue. Sekarang gue udah gak peduli sama hubungan ini. Sabar juga ada batasnya, setelah semua yang dia lakuin, sepertinya cuma gue yang peduli sama semua yang kami berdua jalanin.Dan akhirnya emosi sampai di ujung kepala, nekat gue bikin status di Blackberry Messengger gue :

Kalau gini sama aja kayak jomblo !

Setelah itu gue pergi ke kampus. Ninggalin semua masalah, gue merasa masih punya masa depan untuk gue pertahankan.Tapi selama jam pelajaran, gue gak bisa konsen sama sekali. Hati yang bikin otak gak bisa bekerja dengan baik, apalagi kalau bukan cinta. Sesekali gue cek HP cuma buat liat mungkin Yuni merasa bersalah atau paling gak minta maaf untuk semua yang dia lakuin. Sebenarnya gue ragu, karena dia bukan tipe seperti itu.Kemudian gue liat status dia di Blackberry Messengger :

Jadi Manusia bertanggung jawab atas apa yang di ucapin !!
Udah gue duga, dia peduli pun enggak sama semua itu. Dia terlalu egois, mana mungkin mau ngalah semudah itu. Setelah mata kuliah siang berakhir, gue coba buat kembali ngehubungin dia, tapi nihil. Selalu sibuk. Gue menyerah, lebih baik pulang, makan siang, terus tidur. Ya tidur !! masalah bisa hilang kalau tidur.
Gimana mau tidur kalau masalah di kepala ? 2 jam di rumah gak membuat gue tenang. Akhirnya gue pergi lagi ke kampus, mungkin aja gue masih bisa jumpa dia di jam kuliah sore. Motor gue pacu cepat banget, gue cuma butuh 10 menit. Kalau hari biasa mungkin gue bisa setengah jam ke kampus, tergantung dari massa, gaya gesek, dan hukum gravitasi yang berlaku pada motor. #KembaliKeYuni.
Pas nyampe di parkiran, gue jumpa Yuni.Gue manggil dia, awalnya dia acuh. Tapi akhirnya dia natap ke arah gue.
Gue ngomong " Bisa kita bicara sebentar sebelum pulang ? "
"Iya, boleh".Yuni jawab seadanya.
"Ya udah naik ke motor, jangan ngomong disini gak enak diliatin".
Tempat paling sepi dan tepat untuk ngomongin hubungan kami menurut gue cuma auditorium kampus. Selain sepi, gedung tersebut jauh dari benda-benda berbahaya seperti golok, gergaji mesin, dan senjata api .Gue keingat dulu dia pernah cerita, ketika marah dia melempar kursi ke kap mobil guru, sekarang gue makin takut kalau dia bakal ngelempar gue ke kap mobil juga.
Setelah turun dari motor, gue mulai bertanya ke Yuni masalah yang terjadi selama beberapa hari ini.
"Yuni kenapa sikapnya gitu ? " Gue yang pertama memulai pembicaraan.
"Memang dari dulu gini kan ? " Yuni ngejawab.

# Memang dari dulu gini ? kalo dari dulu gini, ogah gue pacaran sama dia. Ini kalimat yang pertama kali keluar di kepala gue, tapi gak gue ucapin takut gue mendarat di kap mobil dosen setelah ucapin kalimat ini.

"Tapi dulu Yuni gak gini, Yuni udah beda sekarang"
"Beda apanya ? gak lah"
"Tapi abang bisa rasain Yuni tu udah beda" gue tetap setia dengan argumen ini.
"Mungkin kita udah gak cocok bang"

# JGERRRRR !!! petir di dalam hati sodara-sodara !! Cinta dalam hati ambruk. Rasanya di hati gue ada adegan dimana pesawat terbang menabrak gedung WTC, begitulah cinta gue di hantam dengan kata "gak cocok lagi ".

Yuni mulai banyak bicara "abang tu anak-anak banget, terus sampai buat status di BBM gitu. Apa gak malu sama kawan-kawan abang ?, kita udahin aja bang, supaya status abang tadi tu jadi beneran"

Gue sempat terdiam, dan coba minta maaf ke dia "tapi abang gitu karena Yuni udah gak peduli lagi sama abang"

"Udah bang, kita gak bisa sama-sama lagi. Lebih bagus temenan aja"

Hening.

Gue terpaku.

"Jadi kita ? udah.. putus ? " gue tergagap.

"Iyah bang, lagian apa bedanya temenan sama pacaran ? " Yuni ngejawab.

Sekarang semuanya sudah jelas, gue gak mungkin bisa bertahan.Dan cinta gak bisa di paksakan. Gue memilih diam dan ngajakin Yuni buat pulang. Awalnya dia menolak, mau jalan kaki aja, tapi gue paksain buat anterin sampai parkiran. Yuni turun dari motor gue, ngucapin salam. Makin lama gue liat dia makin jauh dari pandangan gue.Ninggalin semua kenangan yang kami lalui selama ini

***
 
Beberapa hari kemudian gue masih berhubungan dengan dia sampai akhirnya kami benar-benar lost contac.Alasan terakhir dia yang gue liat di Twitter, BBMnya baru saja di reset,jadi semua kontak hilang.Alasan classic, tapi gue juga bukan siapa-siapanya lagi. Sebenarnya gue sempat jumpa beberapa kali sama dia setelah putus, tapi sepertinya gak guna, Dia malah menganjurkan gue buat blockir dia baik itu di Facebook maupun Twitter. Gue menolak, malah itu makin membuat gue semakin kenak-kanakan di depan dia.
Setelah beberapa bulan kemudian, media sosial makin heboh dengan semua yang terjadi antara gue dan Yuni. Hampir seluruh kampus tau gue pacaran sama Yuni.Gue mulai di berikan ratusan pertanyaan mulai dari kenapa bisa putus sampai bagaimana keadaan dia sekarang. Dan terkadang gue cuma bisa tersenyum menjawab semua pertanyaan itu.
Karena jomblo telah melekat kembali ke gue, akhirnya gue mulai aktif lagi di Facebook.Sesekali gue stalking akun Yuni, dan gue kaget nemuin semua postingan mengenai semua hal tentang dia. Padahal  sewaktu kami pe-de-ka-te sampai pacaran sedikitpun gue gak nemuin blog di akun media sosial manapun yang dia gunakan. Dan dari situ gue tau kalau dia bohong tentang sifat gue : dia sebenarnya bosan. Fakta yang bikin gue sakit hati banget.Mungkin dia gak jujur supaya gak terlihat jahat.di depan mata gue.
Akhirnya gue tersenyum, mungkin memang sudah gak ditakdirkan bersama.Gue yakin Tuhan bakal nunjukin orang yang lebih baik. Gue berterima kasih untuk dia, karena semua awal niat gue menulis cerita ini  karena gue udah gak sanggup buat nyimpan semua sakit hati di otak.Kalau gue punya novel, maka cerita ini akan gue jadikan sebagai kata pengantar supaya orang lain di luar sana tau bagaimana perihnya penderitaan yang gue alami selama di kampus terutama dalam percintaan.

Cerita gak sebatas gue yang putus sama Yuni, masih ada Dinginnya widhi, Tangga toko cha, Emosi Risa, Kutilang Nina, ikan koi putri, si manja Aryani, dan Cinta Pipit.

By the way, gue udah ngehapus Twitter.Karena gue merasa udah gak butuh itu lagi. Dulu ada orang yang gue kangenin disana, yang bikin semangat gue balik tiap gue lelah dan penat di kampus . Gue masih ingat dulu kami mentionan sampai jam 4, tapi sekarang ? Kalau orang itu udah gak ada lagi, apa gunanya ? Stalking gak akan ngebuat kenangan gue dan Yuni balik. Gak akan memperbaiki semuanya. Semua udah jadi sejarah dan pengalaman buat gue ke depannya.Doa gue, semoga dia bahagia dengan siapapun dia nanti.

Amin.!! :)

Comments